Langsung ke konten utama

PRAMUKA MILLENNIAL di RACANA WALISONGO


PRAMUKA MILLENNIAL di RACANA WALISONGO
Penulis : Rinni Muthiah

Pramuka Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo atau lebih sering dikenal dengan nama racana walisongo adalah salah satu dari sekian banyak yang tak terdeteksi jumlah pastinya wadah kepramukaan yang menerapkan ke-millennialan dalam pendidikan kepramukaan.
Gerakan pramuka pada umumnya lebih sering dikenal dengan organisasi coklat tua coklat muda dengan satuan terpisah antara putra dan putri yang hanya bisa tepuk-tepuk, yel-yel dan hidup di alam memanfaatkan barang yang ada di alam tanpa merusaknya sebagaimana sudah tertulis pada dharma baktinya yaitu dasa dharma pramuka (10 janji pramuka) khususnya pada janji ke-2 yang berbunyi “cinta alam dan kasih sayang sesama manusia” yang selalu gembira untuk menghabiskan waktu untuk kegiatan-kegiatan yang terlihat sederhana.
Namun pandangan itu semua hanya pengertian dari beberapa orang yang belum mengetahui dan belum merasakan apa dan bagaimana kegiatan dan pendidikan dalam gerakan pramuka yang sebenarnya.
Sejatinya gerakan pramuka adalah wadah untuk pendidikan karakter yang dapat membentuk karakter penerus bangsa yang tak kenal usia dan dari beberapa golongan. Golongan pramuka untuk pelajar dan mahasiswa dibedakan menjadi 4 (empat) golongan yang dikelompokkan berdasarkan usia, 4 (empat) golongan tersebut adalah : (1) golongan pramuka siaga; (2) golongan pramuka penggalang; (3) golongan pramuka penegak; dan (4) golongan pramuka pandega. Golongan pramuka siaga untuk rentan usia 7-10 tahun, golongan pramuka penggalang untuk rentan usia 11-15 tahun, golongan pramuka penegak untuk rentan usia 16-20 tahun dan golongan pramuka pandega untuk rentan usia 21-25 tahun sedangkan itu untuk rentan usia 25 tahun ke atas tergolong dalam pramuka dewasa, karena pramuka tidak mengenal usia untuk tetap belajar dan saling berbagi ilmu.
Banyak sekali ilmu dan pengalaman yang ada didalam gerakan pramuka yang diajarkan secara bertahap sesuai dengan golongan sehingga membuat pendidikan kepramukaan menjadi mata pelajaran wajib dalam pendidikan sekolah di Indonesia, karena selain pintar dalam materi-materi pelajaran sekolah penerus bangsa Indonesia juga harus memiliki karakter yang baik. Pendidikan karakter disampaikan dalam pendidikan kepramukaan  dengan berbagai cara penyampaian sesuai dengan golongan yang sudah ada, contohnya saja pramuka siaga dengan materi toleransi beragama cara penyampaiannya dengan bermain “benar dan salah” , permaianan benar dan salah akan melatih pramuka golongan siaga untuk bersikap jujur dan percaya diri. Dalam pramuka golongan penggalang dengan materi pioneering akan melatih pramuka penggalang untuk bersikap teliti, ketelatenan dan kerja sama kelompok. Dalam pramuka golongan penegak dengan materi K3 (KKK) pertendaan akan melatih pramuka penegak untuk bersikap rajin dan kerja sama kelompok yang baik. Dalam pramuka golongan pandega dengan materi survival akan melatih pramuka pandega untuk bersikap bertahan hidup di alam dengan begitu akan terbentuk sikap mandiri pada setiap pramuka.
Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, kalangan muda yang kini telah didominasi oleh genarasi millennial yaitu generasi yang hidup dalam teknologi yang serba instan dan canggih, generasi yang selalu melekat, interaktif, sangat aktif dan tidak terpisahkan dari gadget dan lain-lain, inilah yang menjadi tantangan untuk gerakan pramuka agar terus tumbuh dan berkembang agar gerakan pramuka tetap eksis dan banyak peminatnya. Sebagaimana yang telah kita ulas dan bahas di atas, bahwa gerakan pramuka adalah wadah untuk pendidikan karakter yang dapat membentuk karakter penerus bangsa yang tak kenal usia dan golongan, disini juga gerakan pramuka dapat memunculkan salah satu sifatnya yaitu fleksibelitas, dimana pramuka dapat mewujudkan salah satu tujuannya yaitu untuk membentuk karakter penerus bangsa dizaman millennial seperti sekarang ini. Dengan begitu pramuka masa kini banyak dikenal dengan nama pramuka millennial, dimana pramuka diajarkan dengan metode-metode terbaru yang disesuaikan dengan perkembangan dan kemajuan zaman sesuai dengan zamannya generasi millennial.
Tidak hanya itu, di tahun 2019 Kwartir Daerah Jawa Tengah telah resmi mengeluarkan SAKA (Satuan Karya) terbaru yaitu saka millennial. Dengan tujuan, saka millennial Jawa Tengah pencetak generasi pramuka yang bijak dalam memanfaatkan teknologi dan komunikasi, ketua majelis pembimbing daerah (MABIDA) Ganjar Pranowo meluncurkan satuan karya terbaru yaitu saka millennial.
Satuan karya pramuka (SAKA) adalah wadah pendidikan untuk menyalurkan bakat dan minat, meningkatkan ilmu pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan pengalaman pramuka dalam berbagai bidang kejuruan serta motivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga dapat memberi bekal bagi kehidupannya dan pengabdiannya pada masyarakat bangsa dan negara sesuai aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka peningkatan pertahanan nasional. (dilansir dari www.kompasiana.com )
Dengan diresmikannya satuan karya pramuka millennial oleh ketua majelis pembimbing daerah Jawa Tengah semakin mendukung untuk generasi pramuka berinovasi mengikuti zaman millennial ini. Salah satu wadah gerakan pramuka di Jawa Tengah khususnya di Kota Semarang yaitu Racana Walisongo yang berpangkalan di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.
Racana walisongo yang berpangkalan di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang ini memiliki kepengurusan dewan racana, dewan racana terdiri dari dewan harian dan dewan bidang serta dilengkapi struktural kepengurusan pasukan khusus yaitu brigadir rajawali (BIRAWA). Setiap dewan racana memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan amanah yang diemban ketika sudah dilantik dalam pelantikan dan up-grading dewan racana walisongo yang kemudian disusun menjadi satu-kesatuan antara dewan bidang yang dinamakan program kerja dewan racana walisongo.
Dewan racana walisongo melakukan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing dengan sangat baik, terlihat dalam keseharian pelaksanaan program kerja dewan racana walisongo sudah sangat kreatif mendesign pemberitahuan dengan sangat menarik yang membuat anggota racana walisongo tertarik dan mendatangi lokasi tertulis di pemberitahuan pada setiap kegiatannya.
Salah satu dewan racana yang sangat menerapkan gerakan pramuka yang millennial adalah dewan bidang jurnalistik yang sedang di genggam oleh kak Ilmi Kurniati mahasiswa fakultas sains dan teknologi jurusan pendidikan biologi 2016 dan kak Samsul Maariv mahasiswa fakultas ushuludin dan humaniora jurusan psikoterapi 2017, dewan bidang jurnalistik racana walisongo telah mengaktualisasikan dan memillennialkan pramuka di racana walisongo dibuktikan dengan saat menjalankan program kerja membuat arsip biodata seluruh dewan racana walisongo kak Ilmi dan kak Samsul telah mengaplikasikan penggunaan google form dan melewatkan cara lama yaitu menulis. Menurut kak Ilmi penggunaan google form sangat simple dan memudahkan dewan bidang jurnalistik dalam menyelesaikan tugasnya “penggunaan google form lebih mudah kak, karena yang mengisi data bisa mengisi dimana saja dan kapan saja tanpa harus meluangkan waktunya untuk janjian dan pergi kesuatu tempat dengan kami dewan bidang jurnalistik, selain itu juga kami ngga perlu repot-repot untuk menggandakan untuk arsip karena dengan google form data sudah tersimpan secara soft file sebagai arsip dan bisa kita print kan kapan saja kita butuh” sahut kak Ilmi.
Tidak hanya dewan bidang jurnalistik masih banyak dewan bidang yang ada di racana walisongo yang memillennialkan gerakan pramuka di racana walisongo sehingga dapat menuai prestasi yang sangat membanggakan diantaranya racana walisongo berhasil menjadi etno terbesar dalam kegiatan perkemahan wirakarya nasional di Pekanbaru, Riau pada Mei 2018 dan salah satu anggota racana walisongo yang bernama Ema Khasanah mendapatkan gelar pretasi pandega teladan yang penghargaannya langsung diberikan oleh ketua pembimbing majelis nasional (KAMABINAS) pada tahun 2019.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahasa Jurnalistik

BAHASA JURNALISTIK Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Dasar-Dasar Jurnalistik Dosen Pengampu: Nanang Qosim, S. Pd., M. Pd.    Disusun Oleh: Sofiatur Rizkiyah (1608056005) Rinni Muthiah (1608056010) Sari Nurlita (1608056031) FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2019 BIOGRAFI PENULIS Rinni Muthiah lahir di Bandar Jaya pada 02 Juli 1998 . Menempuh pendidikan di SD IT Insan Kamil Bandar Jaya, SMP Negeri 3 Terbanggi Besar, MA Negeri 1 Lampung Tengah dan sekarang penulis masih menjadi mahasiswa di UIN Walisongo Semarang jurusan Pendidikan Matematika. Semasa duduk dibangku sekolah penulis adalah siswa berprestasi, terbukti dengan predikat juara yang digapai diantaranya juara 2 LCT Agama, juara 1 olimpiade matematika, juara 1 baca puisi, juara 1 LCT PMR bahkan penulis pernah menjadi delegasi Provinsi Lampung untuk mengikuti ajang kepramukaan nasional di Magelang dan berhasil menjadi terbaik 2 dalam lomba pe...

Menulis Berita - Pesta Siaga

Menulis Berita – SD HJ ISRIATI BAITURRAHMAN 1 KOTA SEMARANG GELAR PESTA SIAGA ** Upacara Pembukaan Pesta Siaga SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Kota Semarang . Semarang – Gugus depan pramuka SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Kota Semarang menggelar kegiatan pesta siaga pada hari Sabtu 26 Oktober 2019 di lingkungan sekolah. Kegiatan Pesta Siaga diikuti oleh seluruh peserta didik kelas 3 (tiga) dan 4 (empat) SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Kota Semarang. Peserta didik dikelompokkan menjadi beberapa barung dan setiap barung didampingi seorang bunda atau yanda. Dalam kegiatan ini, setiap barungnya akan memasuki setiap taman-taman sesuai yang sudah tertera di kartu kendali yang telah dibagikan kepada setiap pemimpin barung dengan arahan dari bunda atau yanda yang mendampingi. Kegiatan tersebut menghadirkan ketua yayasan Baiturrahman, dewan guru dan staf SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Kota Semarang, Pembina Pramuka, Ketua Kwartir Ranting Semarang Tengah dan stasiun TVRI untuk ...