TIPS MENJADI MAHASISWA PERANTAUAN YANG MANDIRI DAN BERPRESTASI DI ERA
MILLENNIAL
Penulis : Rinni Muthiah
Menjadi mahasiswa adalah impian yang dicita-citakan sebagian besar
pelajar SMA dan sederajatnya. Bagi pelajar SMA dan para kaum orang tua
berpendapat bahwa dengan kuliah di jurusan-jurusan yang mendukung cita-cita
putra-putrinya akan sangat membantu putra-putri kesayangannya untuk menggapai
cita-cita.
Tidak cukup menjadi mahasiswa di kampung halaman sendiri, banyak sekali
pelajar SMA yang menginginkan untuk kuliah di kota lain bahkan jaungkauannya
sampai di pulau seberang dari pulau yang sudah lama ditempatinya. Keinginan pelajar SMA yang ingin kuliah
diluar kota atau luar pulau tersebut sangat didukung para orang tua yang
sejatinya sangat menantikan keberhasilan putra-putrinya, karena tidak ada orang
tua yang menginginkan putra-putrinya menjadi pengangguran dan kembali
bergantung hidup tanpa ada usaha untuk mencoba menjalani hidup dengan mandiri.
Pelajar SMA sederajat sangat berusaha untuk
bisa masuk di kampus-kampus
impiannya, mereka berharap bisa masuk
melalui jalur undangan dengan menggunakan nilai raport, jalur ini dikenal
dengan jalur SNMPTN. Jalur SNMPTN adalah jalur undangan berdasarkan nilai
raport 5 semester yaitu sejak kelas 10
semester 1 sampai dengan kelas 12 semester 1 yang kemudian didukung oleh
beberapa file pendukung diantaranya sertifikat kejuaraan ditingkat kota /
provinsi/ nasional bahkan internasional dan surat keterangan aktif organisasi
(ketua osis) karena bagi beberapa kampus ternama sangat mengapresiasi peserta
didik Indonesia yang berprestasi. Selain jalur masuk SNMPTN, akan dibuka juga
jalur tes yang dikenal dengan jalur masuk SBMPTN, jalur ini diperuntukkan untuk
pelajar SMA sederajat yang sangat ingin kuliah dan belum mendapatkan hasil yang
terbaik juga memuaskan pada jalur masuk SNMPTN.
Banyak sekali tantangan yang harus
diperjuangkan dan dilewati oleh pelajar SMA dan para orang tua untuk masuk ke
perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta dengan jurusan-jurusan
yang diinginkan untuk menunjang cita-cita putra-putri tercinta. Tapi perjuangan
tidak cukup berhenti sampai disitu saja. Memasuki perguruan tinggi negeri
dengan jurusan yang diinginkan adalah langkah pertama untuk menggapai
cita-cita, yang diibaratkan baru saja membuka kunci dari pintu masuk. Masih
banyak sekali tantangan yang harus diperjuangkan calon mahasiswa untuk dapat
mewujudkan cita-citanya.
Negara Indonesia dengan jumlah penduduk
terbanyak keempat didunia yaitu 269 juta jiwa atau 3,49% dari total populasi
dunia adalah penduduk yang tidak semuanya memiliki latar belakang ditingkat
penghasilan yang tinggi. Hal ini tidak menghambat calon mahasiswa untuk terus
berjuang melanjutkan pendidikannya di bangku perguruan tinggi untuk menggapai
cita-citanya. Namun hal ini adalah salah satu tantangan yang harus dihadapi
oleh calon mahasiswa dengan latar belakang orang tua yang berpenghasilan
menegah ke bawah untuk tetap bertahan melanjutkan pendidikannya. Karena pada
dunia perkuliahan sangat banyak biaya yang dibutuhkan selain uang kuliah
tunggal (UKT) terutama bagi calon mahasiswa perantauan.
Untuk menghadapi dan melewati semua
tantangan calon mahasiswa khususnya calon mahasiswa perantauan harus berani
untuk hidup mandiri. Inilah beberapa tips menjadi mahasiswa perantauan yang
mandiri dan tetap berprestasi di era millennial.
Pertama, calon mahasiswa yang menetapkan
pilihannya untuk kuliah di kota perantauan yang jauh dari orang tua harus
benar-benar siap. Disini, calon mahasiswa harus mengawali niat ingin
melanjutkan ke perguruan tinggi dan jurusan yang benar-benar dari dirinya
sendiri bukan dari dorongan orang tua atau sanak saudara bahkan teman sebaya.
Tips yang pertama ini sangat berpengaruh terhadap calon mahasiswa perantauan
ketika sedang menjalani proses perkuliahan, karena tidak sedikit dari mahasiswa
perantauan yang alasan memilih merantau untuk menempuh pendidikan bukan dari
dirinya sendiri merasa sedih dan terus mengeluh untuk kembali ke kampung
halaman sehingga tugas-tugas kuliah akan dikerjakan sesederhana mungkin karena
tidak ada semangat dari dirinya sendiri untuk menjalankan kuliah di perguruan
tinggi di kota perantauan. Dengan tidak adanya semangat ini akan membuat
mahasiswa perantauan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rendah begitu
juga sebaliknya mahasiswa yang benar-benar menetapkan pilihannya untuk kuliah
di kota perantauan dengan perguruan tinggi dan jurusan sesuai dengan pilihannya
akan serius dan memiliki semangat yang tinggi dalam menegerjakan tugas kuliah
sehingga akan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang baik dan memuaskan.
Kedua, calon mahasiswa yang telah
menetapkan pilihannya untuk kuliah di kota perantauan harus meminta doa restu
dan dukungan dari orang tua. Selain tekad dan niat dari diri sendiri menjadi
mahasiswa perantauan yang mandiri dan tetap berprestasi juga butuh doa restu
dari kedua orang tua, karena ridho Allah tergantung pada ridha orang tua dan
murka Allah tergantung pada murka orang tua (Hasan. at-Tirmidzi : 1899. HR.
al-Hakim : 7249, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir : 14368, al-Bazzar :
2394). Tidak sedikit dari mahasiswa perantauan yang ketika sudah menetapkan
pilihannya kemudian didukung oleh kedua orang tua maka proses perkuliahan yang
dijalaninya akan terasa sangat mudah dan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif
(IPK) yang sangat memuaskan.
Ketiga, tahap ini adalah tahap yang paling
utama dan perlu diperhatikan bagi calon mahasiswa perantauan yang ingin mandiri
dan tetap berprestasi. Fokus dan perhatikan situasi dan kondisi di perguruan
tinggi pilihan khususnya jurusan yang akan dijalaninya selama proses menjadi
mahasiswa. Tahap ini adalah tahap yang penting karena tujuan menjadi mahasiswa
adalah untuk segera wisuda agar cita-cita dapat terwujud sesuai dengan
perencanaan awal, disini mahasiswa harus benar-benar faham bagaimana proses
pembelajaran dijurusannya, bagaimana proses penilaian yang akan dilakukan dosen
dijurusannya, bagaimana tugas-tugas keseharian yang akan diberikan oleh dosen.
Pada tahap ini mahasiswa cukup fokus terhadap perkuliahannya agar benar-benar
bisa menyelami dunia pendidikan sebagai kunci utama menjadi mahasiswa
berprestasi.
Keempat, setelah mahasiswa sudah fokus
terhadap prestasi dan menyelami keadaan di jurusan pilihannya maka tahap
keempat yang harus dilakukan adalah memperhatikan lingkungan kampus. Memperhatikan
lingkungan kampus yang dimaksud ini adalah melihat adakah peluang-peluang yang
akan menunjang terwujudnya cita-cita. Pada tahap ini akan terfokus pada
terwujudnya sikap mandiri pada mahasiswa khususnya mahasiswa perantauan,
mandiri yang dimaksud adalah sebagai mahasiswa harus mampu memenuhi dan
mencukupi kebutuhan sehari-hari kita tanpa mengharapkan bantuan dari orang tua.
Di era millennial seperti saat ini biaya yang dibutuhkan untuk perkuliahan
tidaklah sedikit, biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) saja sudah menyentuh angka
jutaan rupiah walaupun tetap ada yang mendapat dibawah nominal satu juta
rupiah, tidak hanya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibutuhkan untuk mahasiswa perantauan
bisa merasakan dunia perkuliahan, kebutuhan penting lainnya adalah biaya
penginapan atau living cost, biaya makan sehari-hari, kebutuhan
elektronik dan kebutuhan lainnya yang membutuhkan nominal uang tidak sedikit.
Kelima, tahap kelima masih sangat
berkesinambungan dengan tahap keempat. Pada tahap ini mahasiswa khususnya
mahasiswa perantauan harus bisa mengakrabkan diri dengan lingkungan agar bisa
mengimplementasikan bakat dan ilmunya dikehidupan yang sebenarnya, karena
lingkungan yang baru akan sangat berbeda dengan keadaan lingkungan di kampung
halaman. Untuk itu mahasiswa perantauan harus berittikad baik untuk bisa
mengakrabkan diri dengan lingkungan baru di dunia perantauan.
Keenam, tahap keenam bisa dikatakan sebagai
tahap pamungkas untuk bisa menjadi mahasiswa perantauan yang mandiri dan
berprestasi di era millennial masa kini. Karena pada tahap keenam ini mahasiswa
diharapkan untuk tetap bertahan menjalankan step by step yang sudah
ditekuni sejak awal, yaitu tetap fokus mempertahankan prestasi dan bekerja
keras dengan peluang yang ada untuk mencukupi kebutuhannya sendiri tanpa
mengharap kepada orang tua tetapi semua itu tetap dengan ridha orang tua.
Keenam tips diatas harus di mulai dari
sekarang karena tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki kesalahan yang ada.
Tetap tekun dan semangat dalam berusaha dan jangan lupa diiringi dengan doa. J
Biografi Penulis
Rinni Muthiah merupakan mahasiswa pendidikan
matematika kelas A angkatan 2016 yang berasal dari provinsi Lampung. Lahir di
Bandar Jaya pada tanggal 2 Juli 1998. Semasa kecilnya ia menempuh pendidikan di
TK IT An-nur Bandar Jaya dan lulus pada tahun 2004, setelah itu ia melanjutkan
di SD IT Insan Kamil Bandar Jaya dan lulus pada tahun 2010, lalu melanjutkan di
SMP Negeri 3 Terbanggi besar dan lulus pada tahun 2013, kemudian ia melanjutkan
di MA Negeri 1 Lampung Tengah dan lulus pada tahun 2016. Semasa sekolah penulis
adalah siswa berprestasi terbukti dengan beberapa penghargaan berupa trophy
maupun sertifikat penghargaan baik prestasi secara akdemik maupun pretasi
melalui non-akademik, beberapa prestasi dari penulis adalah : Anak hafal Iqra
pada tahun 2004, lulusan terbaik TK IT An-nur Bandar Jaya pada tahun 2004, juara
2 lomba cepat tepat agama islam pada tahun 2010, lulusan terbaik SD IT Insan
kamil Bandar Jaya pada tahun 2010, juara 2 lomba baca puisi pada tahun 2012,
juara 1 olimpiade matematika pada tahun 2013, juara 1 lomba cerdas cermat PMR
WIRA tahun 2014, juara 3 lomba cerdas cermat pramuka pada tahun 2014, juara 5
permainan tradisional tingkat nasional yang diadakan di Magelang pada tahun
2015. Prestasi non-akademik dibidang kepramukaan dilanjutkan penulis saat
menjadi mahasiswa, penulis adalah salah satu delegasi kampus UIN Walisongo
Semarang untuk mengikuti perkemahan wirakarya nasional di Pekan Baru, Riau dan
berhasil membawa predikat baik yaitu etno terbesar se Indonesia. Saat ini
penulis adalah bendahara pramuka UIN Walisongo Semarang dan aktif menjadi guru
pramuka di 6 sekolah Kota Semarang yaitu SD Negeri Ngaliyan 01 Kota Semarang,
SD HJ Isriati Baiturrahman 01 Kota Semarang, SD Islam Al-Azhar 29 BSB Kota
Semarang, SD Negeri Manyaran 03 Kota Semarang, SD Pendrikan Lor 02 Kota
Semarang dan MI Al-Khoiriyyah 02 Kota Semarang. serta menjadi tentor matematika
dari les privat yang telah dirintisnya sejak awal menjadi mahasiswa UIN
Walisongo Kota Semarang. Banyak prestasi dan perjuangan yang telah dirintis
penulis sejak dulu untuk menggapai cita-citanya yaitu menjadi dosen matematika.

Komentar
Posting Komentar